![]() |
| pemenang lomba LKS tingkat propinsi sul-sel |
Perjuangan untuk mencapai keberhasilan memang tiada hentinya
apabila ada minat untuk belajar dan belajar. Seperti yang dirasakan oleh siswa
SMK Kr.Harapan Rantepao dengan bangga berhasil membawa sebuah penghargaan
berupa Piala saat mengikuti lomba LKS tingkat propinsi Sulawesi selatan baru
baru ini di Makassar pada tanggal 27
april 2014 lalu dari hasil laporan Reporter (12/05/14).
setelah di mintai pendapat dari kedua siswa yang berprestasi
ini yakni Agelikus (siswa yang mendapat juara 2 instalasi listrik tingkat propinsi)
dan Bartholomeus (siswa yang mendapatkan juara 3 Teknik komputer dan jaringan
tingkat propinsi).
Setelah di datangi di kediamannya yakni SMK Kr.Harapan
Rantepao yang terletak di jln limbong lor.1 kelurahan tallunglipu tagari
kecamatan Rantepao kab.Toraja Utara.
menurut Agelikus “saat saya mengikuti lomba LKS saya merasa
bangga bisa membawa nama Toraja ke tingkat Propinsi,saya juga tak menduga
perjuangan saya selama ini tak sia-sia dan harapan saya semoga adik-adik kelas
jurusan Listrik nantinya bisa meneruskan perjuangan saya demi membawa nama
sekolah tercinta SMK Kr.Harapan Rantepao, ungkap Agen.
Selain Agelikus, bartholomeus juga berpendapat bahwa saat
mengikuti lomba dirinya merasa bangga bisa membawa nama TKj harapan ke tingkat
propinsi dan baru pertama kali jurusan ini bisa lolos ke tingkat propinsi saat
mengikuti lomba LKS, ujar Bartholomeus.
Saat mengukuti lomba yang di amati dari dulu sampai sekarang
masih sering terjadi kecurangan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab,
seperti yang di ungkapkan oleh Kepala sekolah SMK Kr.Harapan Rantepao yakni Markus
sattu S.pd.
Menurut Markus sattu S.pd “ sebenarnya kita bisa meraih
juara 1 listrik dan juara 1 TKJ, apabila oknum oknum yang menjadi juri saat
kompetisi tersebut benar-benar jujur dan bijaksana. Karena dari pengamatan kami
saat lomba berlangsung para siswa SMK 5 Makassar seolah-olah tidak membaca soal
yang di ujikan dan dari informasi yang kami dapatkan ternyata soalnya sudah
bocor 1 minggu yang lalu sebelum di lombakan”, tegas markus sattu S.pd.
Kendala kedua yakni saat perlombaan berlangsung siswa kami
selalu saja di ganggu seperti memutuskan arus listrik saat perlombaan berlangsung
dan juri yang menilai saat itu adalah juri yang masih mempunyai hubungan khusus
dengan SMK 5 Makassar, ujar markus sattu S.pd
Harapan saya semoga di lomba berikutnya kejadian seperti ini
tak terulang lagi, lebih baik kita kalah secara terhormat di banding menang
secara tak hormat, tutup markus sattu Sp.d

Tidak ada komentar:
Posting Komentar