Minggu, 18 Mei 2014

Siswa berprestasi Torut yang membawa nama harum sekolah dan daerahnya saat perlombaan LKS tingkat propinsi Sul-sel

pemenang lomba LKS tingkat propinsi sul-sel

Perjuangan untuk mencapai keberhasilan memang tiada hentinya apabila ada minat untuk belajar dan belajar. Seperti yang dirasakan oleh siswa SMK Kr.Harapan Rantepao dengan bangga berhasil membawa sebuah penghargaan berupa Piala saat mengikuti lomba LKS tingkat propinsi Sulawesi selatan baru baru ini di  Makassar pada tanggal 27 april 2014 lalu dari hasil laporan Reporter (12/05/14).
setelah di mintai pendapat dari kedua siswa yang berprestasi ini yakni Agelikus (siswa yang mendapat juara 2 instalasi listrik tingkat propinsi) dan Bartholomeus (siswa yang mendapatkan juara 3 Teknik komputer dan jaringan tingkat propinsi).
Setelah di datangi di kediamannya yakni SMK Kr.Harapan Rantepao yang terletak di jln limbong lor.1 kelurahan tallunglipu tagari kecamatan Rantepao kab.Toraja Utara.
menurut Agelikus “saat saya mengikuti lomba LKS saya merasa bangga bisa membawa nama Toraja ke tingkat Propinsi,saya juga tak menduga perjuangan saya selama ini tak sia-sia dan harapan saya semoga adik-adik kelas jurusan Listrik nantinya bisa meneruskan perjuangan saya demi membawa nama sekolah tercinta SMK Kr.Harapan Rantepao, ungkap Agen.
Selain Agelikus, bartholomeus juga berpendapat bahwa saat mengikuti lomba dirinya merasa bangga bisa membawa nama TKj harapan ke tingkat propinsi dan baru pertama kali jurusan ini bisa lolos ke tingkat propinsi saat mengikuti lomba LKS, ujar Bartholomeus.
Saat mengukuti lomba yang di amati dari dulu sampai sekarang masih sering terjadi kecurangan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti yang di ungkapkan oleh Kepala sekolah SMK Kr.Harapan Rantepao yakni Markus sattu S.pd.
Menurut Markus sattu S.pd “ sebenarnya kita bisa meraih juara 1 listrik dan juara 1 TKJ, apabila oknum oknum yang menjadi juri saat kompetisi tersebut benar-benar jujur dan bijaksana. Karena dari pengamatan kami saat lomba berlangsung para siswa SMK 5 Makassar seolah-olah tidak membaca soal yang di ujikan dan dari informasi yang kami dapatkan ternyata soalnya sudah bocor 1 minggu yang lalu sebelum di lombakan”, tegas markus sattu S.pd.
Kendala kedua yakni saat perlombaan berlangsung siswa kami selalu saja di ganggu seperti memutuskan arus listrik saat perlombaan berlangsung dan juri yang menilai saat itu adalah juri yang masih mempunyai hubungan khusus dengan SMK 5 Makassar, ujar markus sattu S.pd
Harapan saya semoga di lomba berikutnya kejadian seperti ini tak terulang lagi, lebih baik kita kalah secara terhormat di banding menang secara tak hormat, tutup markus sattu Sp.d